Muara Enim, 6 Juni 2026 –Viralexpost.id- Kondisi bangunan bronjong atau penahan tebing di aliran sungai wilayah Suban Baru, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menjadi sorotan. Dari pantauan di lokasi, struktur kawat bronjong yang berfungsi menahan abrasi dan longsor tampak mengalami kerusakan di sejumlah bagian, memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas pekerjaan dan efektivitas proyek tersebut.
Berdasarkan dokumentasi lapangan yang diambil pada Sabtu (06/06/2026) sekitar pukul 10.28 WIB, terlihat susunan batu bronjong sebagian mengalami penurunan struktur, kawat pengikat tampak tidak lagi rapi, bahkan beberapa bagian terlihat mulai terbuka dan ditumbuhi vegetasi liar. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor tebing apabila debit air meningkat saat musim hujan.
Masyarakat sekitar mempertanyakan ketahanan konstruksi yang seharusnya menjadi benteng perlindungan bantaran sungai dari gerusan air. Infrastruktur pengaman seperti bronjong semestinya dibangun dengan spesifikasi teknis yang mampu bertahan dalam jangka panjang, terlebih pada kawasan yang rentan erosi.
“Kalau kondisinya sudah seperti ini, tentu perlu ada evaluasi. Jangan sampai anggaran besar tapi hasil pekerjaan cepat rusak,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Selain berpotensi mengurangi fungsi pengamanan tebing, kerusakan pada struktur bronjong juga dapat berdampak pada keselamatan lingkungan sekitar apabila terjadi pengikisan tanah secara terus-menerus.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan inspeksi lapangan guna memastikan apakah kondisi tersebut masih layak fungsi atau memerlukan perbaikan menyeluruh. Transparansi mengenai nama proyek, sumber anggaran, pelaksana kegiatan, hingga masa pemeliharaan juga dinilai penting untuk menjawab keresahan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat informasi resmi mengenai nama proyek maupun instansi pelaksana yang menangani pembangunan bronjong di lokasi tersebut.
(Team investigasi)


