Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Pertanyakan Standar Keselamatan, Dugaan Penanaman Pipa Migas Pertamina di Desa Lembak Terlalu Dangkal

Kamis, 11 Juni 2026 | Juni 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-12T01:54:23Z

Muara Enim – viralexpost.id -Sejumlah warga Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, mengeluhkan dugaan penanaman pipa yang di fungsikan sebagai pendukung operasional minyak dan gas (migas) milik PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field yang dinilai terlalu dangkal dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (8/6/2026), proyek yang dikerjakan oleh pihak kontraktor tersebut melintasi kawasan permukiman dan jalan yang setiap hari digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari, baik dengan sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

Salah seorang warga Desa Lembak, yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku khawatir terhadap kondisi galian yang menurutnya tidak memenuhi standar keamanan.

"Pipa yang ditanam hanya sedalam dengkul kaki. Bahkan ada yang lebih dangkal. Lokasinya tepat di jalan yang sering dilalui warga. Kalau nanti tanah ambles atau terjadi kerusakan, siapa yang bertanggung jawab?" ujarnya.

Hasil penelusuran media ini di lokasi menunjukkan adanya sejumlah titik galian yang diduga memiliki kedalaman sekitar 20 hingga 30 sentimeter dari permukaan tanah. Kondisi tersebut ditemukan berada di jalur permukiman warga serta akses menuju area perkebunan.

Warga menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko di kemudian hari, terlebih setelah galian ditutup kembali tanpa terlihat proses pemadatan tanah yang maksimal. Mereka khawatir jalan yang dilalui setiap hari dapat mengalami penurunan permukaan tanah atau kerusakan yang membahayakan pengguna jalan.

Temuan ini memunculkan pertanyaan publik terkait standar teknis pekerjaan, pengawasan lapangan, serta kepatuhan kontraktor terhadap prosedur keselamatan dan perlindungan lingkungan dalam pelaksanaan proyek migas tersebut.

Media ini telah berupaya meminta klarifikasi kepada pengawas lapangan yang diketahui bernama Romsi melalui pesan WhatsApp di nomor 08228104XXXX. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meski pesan telah terbaca.

Minimnya respons dari pihak pengawas lapangan semakin menambah tanda tanya masyarakat mengenai standar pekerjaan yang diterapkan dalam proyek tersebut.

Warga berharap PT Pertamina EP Prabumulih Field segera turun tangan melakukan pengecekan langsung dan audit teknis terhadap pekerjaan penanaman pipa yang dikeluhkan masyarakat. Mereka juga meminta adanya penjelasan terbuka mengenai kedalaman standar pemasangan pipa serta jaminan keselamatan bagi warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi proyek.

"Kalau memang pekerjaan ini sudah sesuai standar, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan. Namun jika ditemukan pelanggaran teknis, kami berharap segera dilakukan perbaikan sebelum menimbulkan kerugian atau membahayakan warga," kata salah seorang warga.

Hingga berita ini ditayangkan, PT Pertamina EP Prabumulih Field maupun pihak kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemasangan pipa yang dinilai terlalu dangkal tersebut. Masyarakat kini menunggu penjelasan sekaligus langkah konkret dari pihak terkait untuk menjawab kekhawatiran yang berkembang di lapangan

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update