PRABUMULIH, 26 Juni 2026 – viralexpost.id-Dugaan penyimpangan dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kembali mencuat di Kota Prabumulih. Sebuah video yang beredar luas di media sosial memunculkan indikasi adanya praktik pengisian BBM subsidi secara berulang di SPBU Prabujaya yang diduga dilakukan dengan memanfaatkan kelonggaran dari oknum petugas.
Dalam rekaman video tersebut, terlihat sejumlah sepeda motor dengan kapasitas tangki besar, bahkan diduga telah dimodifikasi, keluar-masuk area pengisian untuk mengisi BBM subsidi berkali-kali dalam rentang waktu yang relatif singkat. Aktivitas tersebut memicu dugaan adanya penyalahgunaan distribusi BBM subsidi yang seharusnya disalurkan secara tepat sasaran.
Berdasarkan keterangan narasumber, praktik ini diduga berlangsung mengunakan biaya.dan dirinya memberikan uang sebesar Rp2.000 setiap kali melakukan pengisian sebagai bentuk "setoran" agar tetap diperbolehkan mengisi BBM subsidi secara berulang.
> "Mereka bolak-balik isi BBM. Tangkinya besar, ada yang diduga sudah dimodifikasi. Setiap kali isi, ada uang Rp2.000 yang diberikan supaya tetap bisa mengisi lagi. Padahal aturan pengisian BBM subsidi jelas tidak untuk dilakukan berulang-ulang demi kepentingan penimbunan atau perdagangan," ungkap narasumber.
Jika dugaan tersebut terbukti benar, praktik itu berpotensi menjadi bagian dari modus pengumpulan BBM subsidi dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali dengan harga di atas harga resmi. Tindakan seperti itu bukan hanya merugikan negara melalui penyalahgunaan subsidi, tetapi juga mengurangi hak masyarakat yang memang berhak memperoleh BBM bersubsidi.
Akibat praktik tersebut, masyarakat dikhawatirkan akan semakin sulit memperoleh BBM subsidi karena kuota yang semestinya dinikmati masyarakat umum justru berpotensi diserap oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.
Warga mendesak agar Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, aparat kepolisian, serta instansi pengawas terkait segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan praktik tersebut. Pemeriksaan diharapkan tidak hanya menyasar rekaman video yang beredar, tetapi juga mencakup sistem distribusi BBM, data transaksi, rekaman CCTV, hingga dugaan keterlibatan oknum petugas SPBU apabila memang ditemukan pelanggaran.
> "Kami berharap aparat segera turun ke lapangan. Periksa CCTV, data transaksi, takaran BBM, dan kalau memang ada oknum yang bermain, harus ditindak tegas. BBM subsidi adalah hak masyarakat, bukan untuk dijadikan ladang keuntungan segelintir orang," tegas narasumber.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU Prabujaya belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait dugaan tersebut.
Sebagai informasi, penyalahgunaan distribusi BBM subsidi dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan apabila terbukti memenuhi unsur pidana maupun pelanggaran administrasi. Karena itu, seluruh dugaan yang beredar perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan oleh aparat yang berwenang.
(Tim)


