Notification

×

Iklan

Iklan

OKK DPD Akpersi Sumsel, Pers Bukan Pemuas Kekuasaan, Berani Bongkar Kebenaran, Atau Mundur!

Minggu, 03 Mei 2026 | Mei 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-03T13:53:12Z



PALEMBANG — ViralExpost |Memperingati Hari Pers Dunia 2026, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Sumatera Selatan, Amir Makmun, ST., C.I.L.J, mengeluarkan instruksi keras kepada seluruh anggota di 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel. Ia menegaskan bahwa jurnalis yang tergabung dalam Akpersi haram hukumnya menjadi "penjilat" kekuasaan dan wajib berdiri sebagai tameng terakhir keadilan masyarakat.


Dalam orasi organisasinya, Amir Makmun menekankan bahwa integritas seorang jurnalis diuji saat berhadapan dengan tekanan. Ia menuntut seluruh kader Akpersi Sumsel untuk kembali ke khitah pers sebagai garda terdepan dalam mengungkap fakta yang disembunyikan.


"Pers itu bukan profesi untuk mereka yang bermental penakut. Kita adalah penyambung lidah rakyat yang tertindas. Saya instruksikan kepada seluruh anggota Akpersi di Sumatera Selatan: jangan pernah tunduk pada tekanan pihak manapun! Jika kalian melihat ketimpangan sosial dan penyelewengan, bongkar! Suarakan aspirasi rakyat tanpa ragu," tegas Amir dengan nada lugas.



Menyadari risiko tinggi dalam menjalankan jurnalisme investigatif dan kritis, OKK DPD Akpersi Sumsel menyatakan kesiapan penuh untuk pasang badan. Amir menjamin bahwa organisasi akan memberikan perlindungan total selama anggotanya bekerja di atas rel Kode Etik Jurnalistik (KEJ).


"Kami di DPD Akpersi Sumsel tidak akan membiarkan anggota berjuang sendirian di lapangan. Sepanjang produk jurnalistik yang dihasilkan sesuai dengan KEJ dan tidak menabrak hukum, saya pasang badan. Kami siap mendampingi dan membela setiap pernyataan atau temuan anggota yang dikriminalisasi karena menyuarakan kebenaran," lanjut praktisi hukum pers tersebut.



Lebih lanjut, Amir mengingatkan bahwa hubungan pers dengan pemerintah bukanlah hubungan atasan dan bawahan, melainkan mitra kritis. Menurutnya, kontribusi nyata pers terhadap pembangunan justru terletak pada tajamnya fungsi kontrol sosial yang dijalankan.

"Pemerintah tidak butuh pujian semu dari pers. Mereka butuh kontrol agar tidak salah jalan. 


Jadi, jangan menjadi corong yang hanya menyebarkan 'kabar baik' sementara rakyat menjerit. Kritisi setiap kebijakan yang merugikan publik dengan data yang valid dan argumentasi yang kokoh," tambahnya.



Menutup pernyataannya, Amir Makmun mengajak seluruh anggota untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan keberanian moral. Ia menegaskan bahwa kekuatan Akpersi terletak pada soliditas dan kemandirian dalam memegang marwah profesi. 


"Jadilah jurnalis yang kompeten dan berani. Kita buktikan bahwa Akpersi Sumsel adalah rumah bagi para petarung informasi yang tidak bisa dibeli. Selamat Hari Pers Dunia 2026. Pers Kuat, Rakyat Bermartabat, Kebenaran Harga Mati!" tutupnya OKK DPD AKPERSI Sumatera Selatan.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update